Kembali ke BlackBerry

6 Mar 2009

bb1

Judul bukan sekedar mengikuti kata-kata “Tukul Arwana” tetapi, saya ingin posting lagi tentang BlackBerry (BB),

BB telah membuat sebagian orang indonesia demam BB, istilah mereka adalah keracunan BB, banyak yang rela merogoh kocek sekitar 4 jutaan untuk mendapatkan BB seri 8310, kalo punya duit bahkan mereka siap untuk menukarkan duitnya dengan BB seri Bold yang mencapai 7 juta an.
Suatu hari di kota bogor ada sebuah toko hand phone yang bisa menjual 4 BB seri 8310 dalam satu hari, gimana kalo di ROXI, ITC Fatmawati atau tempat-tempat yang menjadi pusat penjualan gadget. Blackberry di mata saya telah menjadi ikon gadget sekarang ini telah menggeser, produk Nokia ataupun Sony Ericsson. Nokia yang telah meluncurkan produk handphone secara hampir sepanjang tahun seri N maupun seri E dan juga Sony Ericsson yang mengeluarkan seri Experia atau G yang di dakwa mampu browsing dengan cepat, semuanya yang merupakan Kasta Atas seri Handphone ternyata kehadirannya tidak semeriah hadirnya BB. Experia sendiri yang juga merupakan gadget yang saya bilang “Amazing” yang serasa seperti magnet ditangan “tidak mau lepas”. Andapun mungkin akan bingung memilih jika anda memiliki kesempatan dan duit. Memilih Experia atau Blackberry Bold 9000. Pilihan akhirnya tergantung pada anda, anda akan memilih handphone atau anda memilih blacberry.

Pendapat diatas murni pendapat saya, setelah melakukan penjajakan maka saya memutuskan bahwa Handphone dan Blackberry adalah dua gadget yang berbeda, seperti ketika kita akan memutuskan membeli Itik atau membeli Ayam, mereka masing-masing mengusung visi yang berbeda. Handphone dengan semua layanan fiturnya tetap masih merupakan sebuah layanan komunikasi berbicara voice to voice, text to text atau yang paling canggih video call, membaca email di handphone masih ibarat memindahkan tugas komputer ke HP masih berat, kecuali beberapa layanan email seperti Gmail yang memang ringan. Sedangkan BB memang bervisi layanan email, BB yang lahir dari sebuah budaya masyarakat yang menjadikan email sebagai sarana berkomunikasi, maka dari sononya BB memiliki visi email lalu komunikasi lainnya, ini lah letak yang paling menentukan antara BB dan seluler lainnya.Disinilah letak ke arifan kita selaku manusia yang selalu berkembang mencari yang terbaik untuk solusi yang dibutuhkan. Apakah sudah saatnya kita memiliki BB karena kebutuhan email kita yang sudah sedemikian tinggi atau sms saja sudah mencukupi. Kejadian pada peluncuran produk Nokia E90 bisa kita jadikan cermin bagi masyarakat pengguna Gadget kita. Alkisah Peluncuran gadget E90 yang di Singapura menjadi bergeser ke Jakarta hanya karena Daftar Indent Jakarta adalah yang terpanjang di Dunia….ck ck ck….tetapi 1 tahun berlalu….nasib E90 masih jadi handphone bukan smart gadget.

Pergeseran budaya bisa terjadi jika BB makin menyeruak semakin dalam ke kehidupan kita, terjadi pada pengguna BB yang semakin asyk dengan dunia nya sendiri, jalinan jejaring sosial di FB atau lainnya yang semakin “friendly”, chat dan beragam layanan BB yang “friendly” tadi membuat pengguna BB memiliki dunia yang berbeda, agaknya kemajuan yang ada di dalam dunia BB, membuat kita bukan harus melupakan dunia sosial yang sebenarnya, di FB saya punya teman 100 orang lebih, ada yang mencapai 7000 orang, tetapi dimana mereka ketika kita sakit, mereka mengetikkan pesan…cepat sembuh ya…tetapi siapa yang menyalami kita dengan sebuah sentuhan emosional selain yang terdekat dengan kita, selain mereka yang diangap tidak ada sewaktu asyik ber “BB”.

Semoga dengan semakin menjalarnya racun BB ini, tidak membuat kita menjadi lemah dalam ketahanan sosial kita di masyaakat tetapi justru memperkuat kita. Kekhawatiran saya semoga tidak terjadi, dengan semakin bijaknya pengguna gadget kita. wallahu alam

Akankah BB ber


TAGS BlackBery black Berry BlackBerry gadget Blackberry 8320 Blackberry bold


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post