Surat untuk Pak Menteri Dahlan Iskan

26 Jun 2013

Selamat Malam Pak….
Semoga tetap diberi kesehatan dan keberkahan dalam memimpin negeri ini dari sebuah KEMENTRIAN…

Saya tahu Bapak selalu galau melihat ketidak beresan dari mulai tindakan Bapak menggratiskan TOL sampai jadi juru Parkir di Bandara. Bapak beruntung dapat menjadi pemimpin sehingga bisa mencegah kemunkaran dengan tindakan, sampai saat ini saya cuman bisa dari depan layar laptop saya lewat kata-kata.

Bapak sudah menjadi harapan bagi rakyat negeri ini, masih ada pemimpin yang mencoba menjalankan apa yang menjadi cita-cita para pendiri negeri ini. Saya yakin walaupun Bapak tidak menjadi presiden bapak bbisa menjadi “SESUATU” yang bisa merubah negeri ini menjadi lebih baik. Sayapun ingin Bapak menjadi Presiden sehingga daya hancur kekuatan Bapak dalam memberantas ketidak adilan akan lebih kuat. Saya percaya itu, saya yakin Bapak Bisa dan Berani. Tetapi saya gak yakin Bapak Bisa menjadi Presiden, selama tangan-tangan kotor masih merasa bahwa ketamakan dan kerakusan yang mereka tebar belumlah cukup memenuhi dahaga mereka.

Saya yakin bapak juga GALAU dengan kenaikan BBM kemarin, tetapi bapak menyimpan semua itu dalam hati bapak. Kegalauan Bapak bukan kepada pak SBY tetapi kenapa Indonesia yang menyimpan ribuan barrel minyak tidak bisa membuat sejahtera bangsa ini.Saya tidak tahu berapa banyak UP (Unit Pengolahan) minyak yang dimiliki Pertamina sehingga ongkos produksi yang harus dilakukan menjadi tinggi. Sungguh saya tidak habis fikir jika bangsa ini memiliki minyak dan gas bumi yang begitu melimpah masih harus selalu dan selalu berhadapan dengan kelangkaan BBM, Penimbunan BBM, Subsidi BBM, Kenaikan Harga BBM dan seterusnya. Masalah yang harus selalu dihadapi selalu itu itu saja.

Mungkin Bapak sudah membaca tentang keramaian di Dunia Maya tentang yang disebut sebagai Mafia Minyak yang menggulipat di Pertamina dan tentang Petral sebagai anak perusahaan Pertamina. Sekian banyak pertanyaan di dunia Maya tentang Petral dan pengaruhnya dalam memberikan harga yang tinggi sehingga Subsidi pemerintah pun menjadi tinggi, tetapi tidak pernah ada penjelasan. Saya pun tidak meminta penjelasan cukuplah dengan tindakan dari Bapak seperti tindakan Bapak di Bandara terhadap pelanggaran Parkir. Memang ini tidak sederhana seperti masalah Parkir, ini menyangkut kekuasaan “TAK KASAT MATA” yang akan terusik jika Bapak berkenan melakukannya.

Berapa harga yang dijual Petral ? Apakah Best price?
Berapa Petral membelinya? Dari mana membelinya?
Berapa Pertamina membelinya? apakah sama dengan harga Internasional
Kenapa Petral harus berkantor di Singapore? Kenapa tidak di batam sehingga pajak nya pun bisa masuk ke Negara ini?
Kenapa Pertamina tidak membuat tender (Internasional Tender) seperti yang diikuti TELKOMSEL di Arab Saudi. Arab Saudi melakukan Internasional Tender agar mendapatkan kualitas dan harga terbaik untuk lalulintas data dan suara dalam telekomunikasi mereka kenapa Indonesia tidak bisa membuat Internasional Tender sehingga Pertamina bisa mendapatkan Minyak dengan Kualitas dan Harga Terbaik. Apakah sudah dilakukan audit terhadap prosedur pengadaannya.

BP Migas/SKK Migas memiliki produk PTK 007 yang garis besarnya mengutamakan produksi dalam negeri yang bikin mati kutu perusahaan asing kalau tidak melakuan share baik teknologi maupun financial terhadap bisnis di negeri ini. Walau masih banyak kekurangan setidaknya sudah dicoba dan terus diperbaiki, direvisi sehingga mencapai hasil yang terbaik untuk negeri ini.

Pak Dahlan, Bapak pernah bilang kalo Pemerintah masih memiliki hutang terhadap Pertamina, saya lupa jumlahnya, Pertanyaan saya sudahkan Pertamina memberikan harga yang terbaik untuk Negara? Sudahkan Efisiensi dilakukan disetiap lini dari mulai sistem pembelian bahan baku, refinery/system kilang (Produksi), System penjualan, Rantai Distribusi hingga ke pelosok negeri dll?

Jika Pertamina yang auditable itu sudah merasa melakukan do the best (yang terbaik bagi pemerintah, bagi negara) kemungkinan terjadi kenaikan akan lebih masuk akal untuk diterima.

Kalau soal subsidi menurut saya itulah tugas Pemerintah, buat apa ada pemerintah kalo gak mensubsidi kehidupan rakyatnya. Subsidi salah sasaran ya itulah tugas Negara, bagaimana agar mengenal rakyatnya sendiri. Monggo Blusukannya diterusin Pak biar makin mengenal rasa keringat rakyat nya sendiri.

Terima kasih dan mohon maaf atas celoteh saya ini. Tidak bermaksud menggurui karena saya ini orang galau di malam sepi yang sedang ingat ada pemimpin di negara ini yang bermimpi menjadikan negara ini Besar dan Bersih serta mampu mengajak ke jalan kebenaran. Teruslah berkibar pak Dahlan, Gusti Allah ora turu Pak….nasehat simbok kulo


TAGS Dahlan Iskan BBM Pertamina Petral Bensin


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post